Tampilkan postingan dengan label Techno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Techno. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Juli 2010

Handphone Ada Karena Mereka


”Tanpa penemuannya, tak akan ada orang yang melenggang sambil menelepon dengan ponselnya. Ia telah membuat bisnis (ponsel) terbentuk dan menjadi bisnis.” (Frank Vigilante tentang Amos Joel Jr, penemu ”switching” ponsel, ”New York Times”)

Peradaban manusia modern tak terelakkan lagi bertumpu pada dua penemuan teknologi yang amat berpengaruh, yakni internet dan telepon seluler (ponsel). Kedua teknologi di atas kini menjadi andalan manusia dalam berkomunikasi, berkarier, berbisnis, dan aktivitas lain.

Dalam hal internet, orang mengenal tokoh-tokoh penemunya, seperti Bob Taylor, ahli psikoakustik dan Direktur Program Riset Komputer di Defense’s Advanced Research Project Agency (DARPA) tahun 1966.

Pada masa itulah Taylor mendapat ide untuk menghubungkan komputer- komputer dalam jaringan. Selain Taylor, ada pula Larry Robert, pionir jaringan komputer di Laboratorium Lincoln, Massachusetts Institute of Technology (MIT), satu-satunya ilmuwan di AS yang dianggap bisa mewujudkan jaringan yang dibayangkan Taylor. Tentu saja ada Vint Cerf dan kawan-kawan dari University of California, Los Angeles.
Sementara itu, dari dunia komunikasi seluler, ada nama penemu ponsel Martin Cooper yang saat itu 35 tahun silam, tepatnya 3 April 1973 bekerja di Motorola. Orang masih bisa menyimak impian Cooper, yang antara lain membayangkan ponsel ukuran kecil, dipasang di balik telinga, dan secara otomatis menghubungi nomor seseorang manakala penggunanya berniat menghubungi nomor tersebut.

Tetapi, fokus kali ini bukan kepada Cooper, tetapi pada sosok lain yang juga berjasa besar dalam perkembangan komunikasi seluler. Tokoh ini tidak lain adalah Amos E Joel Jr, pionir sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak/berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak terputus.Selain sistem switching ponsel, yang dipatenkan dengan nomor 3.663.762, Joel juga ambil bagian dalam pengembangan traffic service position system (TSPS) yang digunakan untuk mengotomatiskan pekerjaan operator telepon dan automatic intercept system (AIS) yang diciptakan untuk menangani panggilan ke nomor tak aktif secara otomatis.

Penemu besar
Amos Joel Jr yang lahir di Philadelphia, 12 Maret 1918, memang diakui dunia sebagai pakar di bidang switching. Ia mendapat ijazah bachelor (1940) dan master (1942) dalam teknik elektronik dari MIT.

Tidak lama setelah studi, ia memulai karier selama 43 tahun (dari Juli 1940-Maret 1983) di Bell Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten Amerika di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching.
Joel—yang tahun ini masuk dalam National Inventors Hall of Fame—tutup usia Sabtu, 25 Oktober, di rumahnya di Maplewood, New Jersey, dalam usia 90 tahun.

Pengguna ponsel di seluruh dunia kini dapat merenungkan, apa arti sumbangan Joel dalam peradaban seluler dewasa ini. Ini disimpulkan oleh Frank Vigilante, yang pernah menjadi salah seorang penyelia Joel di Bell Labs dalam kutipan di atas.

Pelajaran bagi penemu
Joel bisa menjadi penemu besar tentu karena memiliki kepandaian tinggi, tetapi selain itu juga ada kepiawaian lain. Ternyata sejak kecil Joel suka otak-atik barang elektronik.

Sebagai anak laki-laki, tutur Andrew Martin dalam obituarinya di New York Times, Joel acap merakit sistem komunikasi untuk teman-temannya, menggunakan perlengkapan telepon tua yang ditinggalkan dalam apartemen kosong. Ia juga mencoba membuat switching sederhana.
Ketika menuturkan kembali kariernya kepada koran The Star-Ledger di New Jersey beberapa bulan silam, Joel menyebutkan, hal-hal yang ia kagumi semasa kecil dan itu adalah penyambung (switch) pada kereta listrik mainannya dan pesawat telepon putar (dial) pertama yang ada di rumahnya.


Ketika masih di perguruan tinggi, ia bertemu dengan istrinya—Rhoda Fenton—yang lalu ia ajak ke ruangannya untuk melihat paten-paten yang ia kumpulkan.

Seusai kencan, Fenton mengira Joel sinting, tetapi akhirnya ia menerima Joel dan keduanya menikah selama 58 tahun.

Selain senang mengotak-atik alat komunikasi, Joel juga senang mengajar. Setelah Perang Dunia II, ia mengembangkan dan mengajar kursus mengenai sistem switching dan perancangan sirkuit, sampai akhirnya ia menemukan alat tagihan telepon otomatis pertama.

Atas jasa dan sumbangannya, Joel pernah mendapat penghargaan Inventor of the Year oleh New Jersey Congress of Inventors, dan menerima penghargaan paling tinggi Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE), yakni Medal of Honor.

Penghargaan lain yang pernah ia terima adalah Kyoto Prize in Advanced Technology (1989) dan National Medal of Technology (1993) serta Stuart Ballantine Medal dari Franklin Institute.
Ketika komunikasi ponsel menjadi demikian vital dalam peradaban sekarang ini, sumbangan Amos Joel patut dikenang dan kebiasaannya menggeluti teknologi dan itu lalu menghasilkan penemuan yang bermanfaat bagi umat manusia, sungguh patut ditiru.

Sumber :
reuters/AP / blog-artikel-menarik.blogspot.com

Senin, 14 Juni 2010

Ada yang Baru Dari Google??

Sejak muncul sebagai layanan search engine, halaman depan situs Google hampir tak mengalami perubahan berarti. Tampil dengan kesan minimalis dengan latar belakang putih. Sesekali, logonya diganti-ganti dengan desain unik sesuai peristiwa yang sedang terjadi atau biasa disebut Doodle.

Tapi, mulai Kamis (10/6/2010) sore, halaman depan Google mengalami perubahan besar. Tiba-tiba ada gambar penuh menjadi latar belakang (background) situs pencarian tersebut seperti sebuah wallpaper di desktop komputer. Kalaupun tak keluar gambar tersebut, Google menambahkan kalimat di halaman situsnya mengenai fitur baru tersebut berikut tautannya.

Rupanya, Google kini membolehkan pengunjungnya untuk mengganti-ganti tampilan background di halaman depan situsnya. Untuk melakukannya klik tautan "ubah gambar latar belakang" dan akan muncul kotak untuk mengaturnya. Pengunjung dapat mengganti-ganti tampilan gambar latar belakang dengan empat opsi, dari gambar-gambar yang tersimpan di komputernya, dari daftar di layanan online Picasa, dari galeri publik, maupun dari pilihan editor Google.

Kalaupun tak suka dengan gambar yang terlalu ramai dan ingin tetap dengan tampilan yang bersih, remove saja. Asik kan?

Rabu, 09 Juni 2010

Indonesia Negara Pertama Disambangi Nokia C3

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia akan menjadi negara pertama yang akan menjadi target pemasaran Nokia C3. Demikian dikatakan Goh Doh Hau, Senior Manager Marketing Nokia Indonesia saat memperkenalkan ponsel tersebut kepada media di Jakarta, Rabu (19/5/2010).
"Nokia C3 akan tersedia mulai Juni," kata Goh. Ia katakan, Indonesia kebetulan dipilih Nokia global sebagai pangsa pasar utama produk ini sebelum dipasarkan ke negara-negara lainnya.
Menurut Goh, Nokia C3 dirancang untuk pasar menengah dengan harga yang terjangkau. Namun, Goh enggan membocorkan harga jual di Indonesia nantinya. Saat diumumkan ketersediaannya secara global, produk ini dibanderol dengan harga 90 euro atau sekira Rp 1 jutaan. Namun, berapa harga jual di Indonesia masih dirahasiakan.
Goh mengatakan Nokia C3 merupakan ponsel pertama Nokia yang didesain khusus untuk pengguna layanan sosial di internet. Seri C menurut Goh identik dengan kata communities. Di dalamnya sudah dilengkapi fitur Nokia Communities berupa aplikasi Facebook dan Twitter dan fitur chat untuk mengakses Yahoo Messenger, Google Talk, Windows Live Messenger, dan OVI Messenger. Semuanya bisa aktif secara bersamaan. Bahkan tersedia widget untuk menampilkan update Facebook atau Twitter di layar depan.
Nokia C3 juga ponsel QWERTY pertama Nokia yang menggunakan S40. Pengguna ponsel ini bisa menambah aplikasi ke dalamnya dengan mengunduh dari layanan OVI Store, dari game hingga aplikasi pihak ketiga.
Seperti ponsel QWERTY Nokia lainnya, Nokia C3 juga dilengkapi fitur push mail Nokia Messaging yang mendukung hingga 10 email dari layanan Yahoo, Gmail, OVI Mail, IM2, dan CBN. Ke depan, aplikasi sosial, mesaging, dan layanan email, kata Goh, mungkin saja ditambah begitu ada kerja sama dengan Nokia.
Ponsel ini tidak mendukung jaringan 3G, namun dilengkapi koneksi WiFi dan EDGE. Fitur lainnya kamera 2 MP, layar 2,4 inci, dan mendukung memori eksternal hingga 8 GB. Nokia C3 akan tersedia dalam pilihan warna biru tua dan pink.